Surabaya – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik melalui penyelenggaraan kuliah tamu bertajuk “Keuangan Negara dalam Perspektif Strategis dan Kapasitas Negara Menghadapi Perubahan Geopolitik”, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Gedung Pascasarjana Lantai 5 ini menghadirkan narasumber terkemuka, Prof. Dr. Syamsul Alam, M.Si., akademisi dari Universitas Halu Oleo. Kuliah tamu ini menjadi wadah strategis untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terkait dinamika pengelolaan keuangan negara di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Acara secara resmi dibuka oleh Dekan FISIP Universitas Hang Tuah, Dr. M. Husni Tamrin, S.AP., M.KP., CISHR. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan kapasitas akademik mahasiswa dalam memahami isu-isu strategis, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan fiskal dan geopolitik internasional.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu memiliki perspektif yang lebih luas serta kritis dalam melihat peran negara dalam menghadapi perubahan global,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Syamsul Alam menjelaskan bahwa perubahan geopolitik global memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas dan strategi keuangan negara. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang adaptif serta kapasitas institusi negara yang kuat agar mampu merespons berbagai tantangan tersebut.
Selain kuliah tamu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA) sebagai bentuk penguatan kolaborasi antar institusi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa dan dosen aktif terlibat dalam sesi diskusi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait isu yang dibahas.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru serta memperkaya khasanah keilmuan civitas akademika FISIP Universitas Hang Tuah dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang.